Geofisika merupakan bidang ilmu yang mengkombinasikan metodologi ilmu fisika dan konsep ilmu geologi untuk memetakan struktur bawah permukaan bumi. Salah satu manfaat ilmu geofisika adalah untuk mengetahui keberadaan sumber daya alam yang tersimpan di dalam bumi, seperti minyak bumi, gas alam, batubara, mineral bahan tambang, panasbumi dan air tanah. Lebih jauh lagi, ilmu geofisika juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lingkungan, diantaranya pemetaan sebaran pencemaran limbah di bawah tanah. Data geofisika harus diambil terlebih dahulu sebelum dianalisa hingga diperoleh gambaran bawah permukaan bumi.

 

Pengambilan data geofisika umumnya dilakukan di atas permukaan tanah menggunakan metode seismik, gravitasi, elektromagnetik maupun penginderaan jauh. Data geofisika tersebut kemudian diolah dengan berbagai pilihan metode matematika agar didapat sifat fisis tertentu atau karakteristik fisis yang memungkinkan antar batuan dapat dibedakan secara jelas. Distribusi karakteristik atau sifat fisis tersebut selanjutnya ditampilkan secara 1 dimensi, 2 dimensi, 3 dimensi, bahkan 4 dimensi. Hasil ini disebut model bawah permukaan bumi. Model yang ideal adalah model yang benar-benar menyerupai kondisi bawah permukaan bumi. Namun hal ini relatif sulit dicapai mengingat kompleksitas bawah permukaan bumi, dimana hanya Tuhan yang tahu situasi yang sesungguhnya di bawah sana.

Laboratory of Geophysical Modeling atau di-Indonesia-kan menjadi Lab. Pemodelan Geofisika merupakan laboratorium yang berkonsentrasi pada pengolahan dan pemodelan data geofisika. Laboratorium, yang berada dibawah unit Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia, didirikan pada Juli 2012. Laboratorium ini, semenjak awal didirikan tidak mengkhususkan pada satu metode geofisika tertentu. Data seismik, data gravitasi, data elektromagnetik, dan data satelit, tanpa pandang bulu, semuanya menjadi tantangan yang menarik untuk dimodelkan di Lab. Pemodelan Geofisika. Sejumlah software terus dikembangkan atau dilengkapi agar menunjang tujuan dari dibuatnya lab ini.

Bagaimana cara mengukur tingkat aktifitas dan produktifitas suatu lab? Kami memilih jawaban pertanyaan ini dengan menghitung jumlah publikasi selama setahun. Kami beranggapan bahwa publikasi adalah produk akhir dari dinamika riset yang terjadi di dalam Lab. Pemodelan Geofisika. Maka dari itu, slogan yang digelorakan di dalam Lab. Pemodelan Geofisika adalah "Our job is making paper". Di dalam lab ini, suatu publikasi bisa jadi berasal dari kerja keras mahasiswa dalam menuntaskan tugas akhir (skripsi atau tesis) dan kerja praktek, bisa juga berasal dari hasil kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), atau berasal dari hibah riset penelitian yang didanai oleh UI maupun luar UI, atau juga dari proyek-proyek riset yang menggandeng institusi pemerintah maupun swasta dalam wadah kolaborasi riset.

diskusi02

Interaksi antar mahasiswa ataupun dosen di dalam Lab. Pemodelan Geofisika dibangun atas dasar semangat egaliter dan kerjasama untuk saling mengisi kekosongan wawasan pengetahuan. Dosen ataupun pembimbing tidak menempatkan dirinya sebagai satu-satu orang yang paling tahu. Dosen juga berhak mendapatkan pengetahuan dari mahasiswa yang dibimbingnya manakala mahasiswa tersebut sudah lebih dulu membaca paper terbaru ataupun sudah lebih dulu mempelajari software terbaru. Etika interaksi ini sesungguhnya mengikuti apa yang disebut sebagai The Herman's Law. Interaksi antara dosen dan mahasiswa harus bersifat simbiosis mutualisme; dan bukan layaknya interaksi antara atasan dan bawahan.

Akhir kata, Lab. Pemodelan Geofisika memanggil dan mengundang para mahasiswa S1 dan S2 yang menyukai tantangan sebagaimana termaksud di atas. Tidak perlu menunggu IPK menjadi di atas 3 agar bisa bergabung bersama lab ini. Cukup dengan kuatkan tekad dan semangat pantang menyerah serta membawa modal ketekunan, maka anda akan diterima menjadi bagian dari lab ini. Ketekunan adalah jalan yang terpercaya untuk menghantarkan kita semua menuju kesuksesan. 

20150203 142450

 

Joomla 3.0 Templates - by Joomlage.com